https://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/issue/feedSedanten2026-01-01T03:27:19+00:00Dayan Fithoroinidayanfithoroini@unival-cilegon.ac.idOpen Journal Systems<p><em data-start="59" data-end="69">Sedanten</em> presents a wide range of contributions from various academic disciplines, including research findings, undergraduate theses, master’s theses, and doctoral dissertations that have not been previously published. The journal is open to submissions from students, practitioners, researchers, and lecturers. It is published twice a year, in January and July. <strong>The fields covered include, but are not limited to, Information Technology, Social Studies, Entrepreneurship, Economics, Management, Religious Studies, Law, Education, Agriculture, Literature, Engineering, and other related disciplines.</strong></p>https://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/490Tinjauan Fiqh Mu’amalah Implementasi Akad Amanah, ‘Ariyah, Wadi’ah, dan Luqathah2025-12-25T12:58:34+00:00Aulia Rizka Utamiikaaru116@gmail.comDayan Fithoroinidayanfithoroini@unival-cilegon.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad <strong>Amanah, ’Ariyah, Wadi’ah, dan Luqathah</strong> dalam perspektif <strong>fiqh muamalah</strong> serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan <strong>pendekatan kualitatif</strong> dengan jenis <strong>penelitian kepustakaan</strong>, yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, kitab fiqh muamalah, serta artikel jurnal ilmiah nasional terverifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan metode <strong>deskriptif-analitis</strong>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad Amanah merupakan prinsip dasar yang menuntut kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap transaksi muamalah. Akad ’Ariyah sebagai akad peminjaman tanpa imbalan bersifat tabarru’ dan sah secara syariah selama memenuhi rukun dan syarat akad. Akad Wadi’ah sebagai akad penitipan mengalami perkembangan dalam praktik kontemporer, khususnya dalam lembaga keuangan syariah, yang memunculkan pergeseran dari konsep klasik menuju bentuk yang lebih adaptif. Sementara itu, konsep Luqathah berfungsi sebagai mekanisme perlindungan hak milik melalui pengaturan barang temuan sesuai ketentuan syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa keempat akad tersebut tetap relevan dalam muamalah modern selama implementasinya berpedoman pada prinsip keadilan, amanah, dan tanggung jawab sesuai fiqh muamalah.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/451Pemberian Sanksi Hukum Bagi Perusahaan Berkaitan Dengan Pelanggaran Kewajiban Corporate Social Responsibility2025-11-22T06:37:14+00:00Sugirisugirishmh@gmail.com<div><span lang="EN-US">Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan inti dari etika bisnis, dimana suatu perusahaan tidak hanya berpijak pada kewajiban ekonomis dan legal saja kepeda pemegang saham, tetapi juga mempunyai kewajiban sosial maupun lingkungan terhadap pihak lain yang berkepentingan. Di Indonesia sudah terdapat berbagai ketentuan yang mengatur mengenai kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan, namun masih saja ada perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban tanggung jawab sosial tersebut. Jenis penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Sumber hukum yang digunakan bersumber dari bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan dan bahan hukum sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian hukum. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian sanksi hukum terhadap pelanggaran kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan belum diatur secara jelas baik itu sanksi hukum perdata maupun sanksi hukum pidana didalam peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan. Sehingga terdapat suatu kekaburan norma yang akan menimbulkan suatu ketidakpastian hukum. Hal tersebut dapat diatasi dengan merevisi undang-undang terkait oleh pemerintah sebagai upaya untuk penegakan hukum terhadap pelanggaran kewajiban tanggung jawab sosial perusahaan, dan perusahaan dalam menjalankan kewajiban tanggung jawab sosial lebih menekankan pada kesesuaian kebutuhan masyarakat setempat agar tepat guna dan tepat sasaran. </span></div>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/486Telaah Ushul Fikih terhadap Penentuan ‘Illah pada Kasus Ẓihār dalam Rumah Tangga Modern 2025-12-16T14:42:33+00:00Mimin Rohiminmiminrohimin87@gmail.comEni Silviyanienisilviyani6@gmail.comDayan Fithoroinidayanfithoroini@unival-cilegon.ac.id<p>Dzihar merupakan salah satu bentuk ucapan talak yang dikenal dalam hukum Islam pra-Islam, dimana seorang suami menyamakan punggung istrinya dengan punggung ibunya sehingga menjadikannya haram untuk digauli. Dalam kajian fikih, keharaman sementara tersebut dapat dianalisis melalui konsep ‘illah sebagai sebab hukum yang menimbulkan konsekuensi syar‘i. Penelitian ini menguraikan relasi antara ‘illah dan dzihar dengan menelaah dasar nash dalam Surah Al-Mujadalah ayat 1–4, pendapat para ulama klasik, serta penerapan hukumannya berupa kewajiban kafarat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ‘illah dalam dzihar adalah adanya ucapan yang menyerupakan istri dengan perempuan mahram, yang secara syar‘i menimbulkan keharaman berhubungan sampai kafārat ditunaikan. Dengan memahami ‘illah, dapat dijelaskan hikmah hukum dzihar, tujuan syariat dalam menjaga martabat perempuan, serta batasan ucapan yang menyebabkan jatuhnya dzihar. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu fikih keluarga dan penyelesaian kasus-kasus kontemporer terkait ucapan serupa dalam rumah tangga.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/478Konstruksi Normatif Hadd Cambuk dalam Fikih Jināyah: Kajian Perbandingan Mazhab Empat2025-12-15T06:45:49+00:00Alvina Auliaalvinaaulia0706@gmail.com<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>This study examines the normative construction of the ḥadd punishment of flogging within Islamic criminal law (fiqh jinayah) through a comparative analysis of the four Sunni legal schools, while also exploring its relevance in contemporary legal practice. Employing a qualitative library research method, the study analyzes the methodological differences among the schools in deriving legal rulings, particularly regarding textual foundations, evidentiary standards, constitutive elements of jarimah, and procedural requirements for implementing ḥadd punishments. The findings indicate that the variations among the schools largely revolve around the strictness of evidentiary requirements and the classification of flogging either as a fixed ḥadd punishment or as taʿzir, resulting in differing degrees of judicial flexibility in modern contexts. The study further highlights practical challenges observed in the Aceh case, including procedural constraints, human rights concerns, and the socio-psychological impact on offenders and communities. A maqaṣid al-shariʿah perspective emphasizes that the application of flogging must consider public welfare, proportionality, and the preservation of human dignity. This research concludes that contemporary implementation of the ḥadd of flogging requires harmonizing classical normative frameworks, maqaṣid-based reasoning, and modern legal-human rights standards to achieve a just and effective system of Islamic criminal justice.</p> </div> </div> </div>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/454Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan2025-11-23T08:01:55+00:00Rohbiyah Shidqiyyahrohbiyahsidqiyah24@gmail.comKamila Anjainakamilaanjaina592@gmail.comIis Istifadahiisistifadsh388@gmail.com<p>Mengenai kurikulum, bangsa kita sendiri Indonesia telah mengalami banyak perubahan kurikulum bukan hanya subtansinya saja tetapi juga terdapat istilah-istilah yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Perubahan kurikulum yang ada sering kali memaksa guru agar bisa mendesain pembelajaraan yang berpusat pada siswa (student centre). Hal ini baik adanya dan merupakan motivasi bagi guru agar bisa selalu berusaha mengap date wawasan dan pengetahuan berkaitan dengan kurikulum yang berlaku sehingga pembelajaran dapat didesain sedemikian rupa dan mencapai tujuan pembelajaran nasional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (Library research), yakni kegiatan penelitian dilakukan secara sistematis dengan cara menghimpun data, mengolah, dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk menjawab jawaban atas permasalahan yang dihadapi.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/452Integrasi Nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin dalam Kurikulum PAI untuk Membentuk Karakter Toleran dan Inklusif2025-11-22T22:23:30+00:00Sindiatul Sabrinasindisabrina05@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Rahmatan lil-‘Alamin dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai strategi pembentukan karakter toleran dan inklusif pada peserta didik. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur terkini, regulasi kurikulum, serta hasil penelitian lima tahun terakhir yang berkaitan dengan nilai rahmah, pendidikan karakter, dan desain kurikulum PAI. Temuan menunjukkan bahwa nilai Rahmatan lil-‘Alamin yang menekankan kasih sayang universal, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial memiliki relevansi kuat dalam konteks pendidikan Indonesia yang plural. Integrasi nilai tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan materi ajar berbasis nilai, model pembelajaran dialogis, kegiatan pengalaman sosial, dan evaluasi afektif yang mendorong internalisasi sikap toleran. Penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum PAI yang berorientasi pada nilai rahmah mampu memperkuat kemampuan peserta didik untuk berinteraksi secara inklusif dalam masyarakat multikultural.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/489Analisis Dampak Riba terhadap Stabilitas Ekonomi Masyarakat2025-12-23T15:01:28+00:00Misshel Suliatiamisshelsulsitia2024@gmail.com<p>Penelitian ini mengevaluasi dampak riba terhadap stabilitas ekonomi masyarakat Indonesia melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Riba, yang sering dipahami sebagai bunga dalam transaksi utang-piutang, terbukti mempengaruhi kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa praktik riba berkontribusi pada beban utang yang membebani penerima pinjaman, berpotensi menghambat investasi produktif dan menimbulkan ketidakstabilan finansial dalam jangka panjang. Selain itu, riba terkait dengan meningkatnya ketimpangan sosial dan penurunan solidaritas komunitas, sejalan dengan konsepsi ekonomi Islam mengenai dampak negatif riba pada stabilitas agihan ekonomi. Studi ini memperkuat argumen bahwa sistem ekonomi yang menghilangkan riba melalui prinsip bagi hasil dan keuangan syaria dapat memperkuat kestabilan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan literatur nasional yang menunjukkan riba sebagai faktor penghambat stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/479Konsep Rujuk dalam Hukum Islam dan Implementasinya dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia2025-12-15T06:51:50+00:00Siti Layyin Musfikolayinmusfiko@gmail.comAsep Hariyantoheri072003@gmail.comDayan Fithoroinidayanfithoroini@unival-cilegon.ac.id<div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>This study aims to analyze the concept of rujuk (marital reconciliation) in Islamic law and its implementation within the Indonesian marriage law system. In Islamic jurisprudence, rujuk refers to the husband’s act of restoring the marital relationship after a revocable divorce (talaq raj‘i) during the iddah period without requiring a new marriage contract. However, within the framework of Indonesian positive law, rujuk is constructed as a legal event that must be officially recorded at the Office of Religious Affairs (KUA) or the Religious Court in order to obtain legal recognition. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and comparative approaches by analyzing Islamic legal sources, Law No. 1 of 1974 on Marriage, the Compilation of Islamic Law, regulations on rujuk registration, and journal articles published in the last five years. The findings reveal that while Islamic law and Indonesian regulations conceptually agree on the permissibility of rujuk, discrepancies exist in the administrative dimension, resulting in diverse practices in society, including the persistence of unregistered rujuk. Such practices create legal uncertainty that particularly affects women's rights related to financial support, the legitimacy of children, and civil protection. This research concludes that the ideal implementation of rujuk in Indonesia must comply with both Islamic requirements and state administrative registration to ensure legal certainty and family welfare.</p> </div> </div> </div>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/456Transformasi Ekonomi Digital dan Dampaknya terhadap Produktivitas Nasional2025-11-23T13:14:03+00:00Marina Kharen Rachmadanimarina25@gmail.com<p>Transformasi ekonomi digital telah menjadi salah satu pendorong utama perubahan struktural dalam perekonomian modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perkembangan teknologi digital memengaruhi produktivitas nasional melalui pendekatan library research. Kajian pustaka dilakukan dengan menelaah jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang membahas digitalisasi, produktivitas, dan dinamika Industri 4.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, memperluas akses pasar, dan mendorong inovasi pada berbagai sektor, terutama UMKM dan industri manufaktur. Namun, manfaat tersebut belum merata karena masih terdapat hambatan berupa ketimpangan infrastruktur digital, kesenjangan kompetensi tenaga kerja, dan regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, dan kebijakan inovatif agar transformasi ekonomi digital mampu memberikan dampak optimal terhadap produktivitas nasional.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedantenhttps://ejurnal.unival-cilegon.ac.id/index.php/sedanten/article/view/453Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi: Perspektif Teoretis dan Kajian Pustaka2025-11-23T05:40:53+00:00Jelita Chairunnisaitaicha@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (Competency-Based Human Resource Management/CBHRM) melalui pendekatan library research dengan sintesis literatur terkini. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi bagaimana konsep kompetensi digunakan sebagai dasar perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan kinerja dalam organisasi modern. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel peer-review selama lima tahun terakhir dari berbagai basis data akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa CBHRM semakin dipandang sebagai pendekatan strategis yang mampu meningkatkan kejelasan peran, produktivitas, dan kapabilitas inovasi organisasi. Integrasi teknologi dalam pemetaan kompetensi juga menjadi tren penting, meskipun disertai tantangan terkait pengukuran kompetensi non-teknis dan kesiapan organisasi. Kajian ini menegaskan perlunya model kompetensi yang lebih adaptif serta penelitian empiris lanjutan yang mengevaluasi efektivitas CBHRM lintas sektor. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan manajemen SDM yang lebih responsif dan berorientasi strategi.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sedanten