Analisis Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerjaan Pengelasan Pipa di Workshop
Kata Kunci:
job safety analysis, alat pelindung diri, pengelasan, keselamatan dan kesehatan kerja, workshopAbstrak
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti percikan api, paparan radiasi sinar ultraviolet, asap beracun, tangan tergores, dan sengatan listrik. Salah satu upaya pengendalian risiko adalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Oleh karena itu, diperlukan metode job safety analysis (JSA) untuk mengidentifikasi bahaya secara terstruktur di setiap tahapan pengelasan guna menentukan kebutuhan APD yang tepat. Potensi bahaya tersebut dapat memicu kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja seperti cedera mata dan gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap tahapan pekerjaan pengelasan menggunakan metode JSA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan JSA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung seperti persiapan material, penyetelan pipa, proses pengelasan, serta wawancara dengan pekerja atau welder. Analisis dilakukan dengan beberapa langkah yaitu mengidentifikasi potensi bahaya pada setiap langkah, dan menentukan rekomendasi APD yang sesuai standar. Berdasarkan lembar kerja JSA, beberapa potensi bahaya antara lain luka bakar akibat percikan api pada tahap pengelasan dan cedera mata akibat serpihan pipa pada tahap finishing. Hasil analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara APD yang direkomendasikan JSA dengan yang digunakan aktual di lapangan. Pekerja sering kali mengabaikan penggunaan APD seperti respirator dan apron kulit karena alasan kurang nyaman dan keterbatasan inventaris di workshop. Metode JSA dapat memetakan bahaya spesifik dan menetapkan standar kebutuhan APD yang tepat pada setiap tahapan pengelasan. Manajemen workshop disarankan untuk menjadikan lembar JSA sebagai panduan standar operasional, menyediakan APD yang sesuai rekomendasi JSA, serta melakukan safety briefing sebelum pekerjaan dimulai.






