Child Marriage from the Perspective of Child Protection and Judicial Practice: A Juridical Analysis of Marriage Dispensation
DOI:
https://doi.org/10.3898/jure.v4i1.579Keywords:
child marriage, Marriage Dispensation, child protection, Maqashid al-Sharia, Judicial ReasoningAbstract
Child marriage in Indonesia raises complex legal questions at the intersection of religion, statutory regulation, family pressure, and the constitutional duty to protect children. This article re-examines marriage dispensation as a legal exception in Indonesian family law and asks how judicial reasoning can move from formal legality to substantive child protection. The study uses normative juridical research through statutory, conceptual, and library approaches. It analyzes marriage-age regulation, child-protection norms, PERMA No. 5 of 2019, Islamic legal maxims, and selected scholarship on marriage dispensation. The novelty of the article is a child- protection and maqashid-oriented framework for judicial consideration. The framework requires judges to test urgency, evidence, the child's autonomy, educational continuity, health risks, psychological readiness, coercion, and post-decision protection. The discussion indicates that religious arguments, legal maxims, statutory provisions, and social facts may inform judicial reasoning, but all must be subordinated to the best-interests-of-the-child principle. The article concludes that marriage dispensation should remain a strict exception supported by expert assessment and monitoring.
References
Al Hasan, F. A., & Yusup, D. K. (2021). Dispensasi kawin dalam sistem hukum Indonesia: Menjamin kepentingan terbaik anak melalui putusan hakim. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 14(1), 87.
Al-Jaziri, A. (1986). Kitab ’ala madhahib al-arba’ah. Dar Ihya al-Turas al-Arabi.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. International Institute of Islamic Thought. https://iiit.org/wp-content/uploads/Maqasid- Al-Shariah-as-a-Philosophy-of-Islamic-Law-Combined.pdf
BKKBN. (2022). Strategi nasional pencegahan perkawinan anak. https://www.bkkbn.go.id
Cahyani, T. D. (2020). Hukum perkawinan. Universitas Muhammadiyah Malang.
Fahrisal, Y., & Primadiane, H. F. (2025). Perkawinan di bawah umur: Perlindungan anak dan telaah yuridis dalam praktik peradilan. CV Detak Pustaka.
Hidayatulloh, H., & Janah, M. (2020). Dispensasi nikah di bawah umur dalam hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 34–61.
Iqbal, M. & Rabiah. (2020). Penafsiran dispensasi perkawinan bagi anak di bawah umur: Analisis beberapa putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh. El-Usrah, 3(1).
Judiasih, S. D., Dajaan, S. S., & Nugroho, B. D. (2018). Perkawinan bawah umur di Indonesia beserta perbandingan usia perkawinan dan praktik perkawinan bawah umur di berbagai negara. PT Refika Aditama.
Judiasih, S. D., Dajaan, S. S., & Nugroho, B. D. (2020). Kontradiksi antara dispensasi kawin dengan upaya meminimalisir perkawinan bawah umur di Indonesia. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 3(2), 203–222.
Kamarusdiana, K., & Sofia, I. (2020). Dispensasi nikah dalam perspektif hukum Islam, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, dan Kompilasi Hukum Islam. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(1), 49–64.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya: Edisi penyempurnaan 2019. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kharlie, A. T. (2013). Hukum keluarga Indonesia. Sinar Grafika.
Maswikwa, B., Richter, L., Kaufman, J., & Nandi, A. (2015). Minimum marriage age laws and the prevalence of child marriage and adolescent birth: Evidence from Sub-Saharan Africa. International Perspectives on Sexual and Reproductive Health, 41(2).
Mutakin, A., & Marwati, L. (2022). Analisis pertimbangan hakim dalam Putusan No. 0253/Pdt.P/2016/PA.Pbg tentang dispensasi pernikahan. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 1, 52.
Pramana, I. N. A., Warjiman, W., & Permana, L. I. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini pada remaja wanita. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 3(2), 1–14.
Rahajaan, J. A., & Niapele, S. (2021). Kajian yuridis terhadap perkawinan di bawah umur. Public Policy: Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik & Bisnis, 2(1), 88–101.
Rahman, A. (1992). Perkawinan dalam syariat Islam. Rineka Cipta.
Ramulyo, M. I. (1996). Hukum perkawinan Islam. Bumi Aksara.
Santoso. (2016). Hakikat perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan, hukum Islam, dan hukum adat. UNISSULA.
Setiasih, W. (2017). Analisis putusan dispensasi nikah di bawah umur dalam perspektif perlindungan perempuan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 4(3), 235–245.
Siagian, M. (2020). Tata cara pemeriksaan permohonan dispensasi kawin menurut PERMA No. 5 Tahun 2019: Analisis Putusan No. 0017/Pdt.P/2020/PA.Lpk [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Soekanto, S. (2014). Pengantar penelitian hukum. UI Press.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (1974).
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (2019). https://peraturan.bpk.go.id/Details/122740/uu-no-16-tahun-2019
UNICEF. https://www.unicef.org/reports/child-marriage-latest-trends
(2021). Child marriage: Latest trends and future prospects. Wasono, B. (2020). Dispensasi nikah: Akibat hamil di luar nikah. Guepedia.
Yulianti, R. (2010). Dampak yang ditimbulkan akibat perkawinan usia dini. Pamator Journal, 3(1).
Yumarni, A., & Suhartini, E. (2019). Perkawinan bawah umur dan potensi perceraian: Studi kewenangan KUA wilayah Kota Bogor. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(1), 193– 211.
Zulfiani. (2017). Kajian hukum terhadap perkawinan anak di bawah umur menurut Undang- Undang No. 1 Tahun 1974. Samudra Keadilan, 12(2).



