Telaah Ushul Fikih terhadap Penentuan ‘Illah pada Kasus Ẓihār dalam Rumah Tangga Modern
Kata Kunci:
dzihar, illah, fikih keluarga, ushul fikih, kafarat, hukum islamAbstrak
Dzihar merupakan salah satu bentuk ucapan talak yang dikenal dalam hukum Islam pra-Islam, dimana seorang suami menyamakan punggung istrinya dengan punggung ibunya sehingga menjadikannya haram untuk digauli. Dalam kajian fikih, keharaman sementara tersebut dapat dianalisis melalui konsep ‘illah sebagai sebab hukum yang menimbulkan konsekuensi syar‘i. Penelitian ini menguraikan relasi antara ‘illah dan dzihar dengan menelaah dasar nash dalam Surah Al-Mujadalah ayat 1–4, pendapat para ulama klasik, serta penerapan hukumannya berupa kewajiban kafarat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ‘illah dalam dzihar adalah adanya ucapan yang menyerupakan istri dengan perempuan mahram, yang secara syar‘i menimbulkan keharaman berhubungan sampai kafārat ditunaikan. Dengan memahami ‘illah, dapat dijelaskan hikmah hukum dzihar, tujuan syariat dalam menjaga martabat perempuan, serta batasan ucapan yang menyebabkan jatuhnya dzihar. Kajian ini diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu fikih keluarga dan penyelesaian kasus-kasus kontemporer terkait ucapan serupa dalam rumah tangga.
Unduhan
Referensi
Fithoroini, D. (2025). Pengantar Ilmu Fikih, Payakumbuh: PT. Serasi Media Teknologi, 79.
Hasyim, M. F., Lailatul Musyafa’ah, N., & Basit, A. (2024). Contextualisation of Zhihar with Shari’ah Maqasid Approach. https://doi.org/10.47577/tssj.v61i1.11667.
Heriamsyah Simanjuntak, Mhd Amar Adly, & Heri Firmansyah. (2024). Qawaid Fiqhiyyah Tentang Zihar. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 2(5), 188–200. https://doi.org/10.61132/jbpai.v2i5.544
Hukum, J. P., Mohammed, A., Osman, S., Sultan, U., & Shah, A. (2023). l-Mazaahib Adopting Comparative Fiqh Methodology in Islamic Jurisprudence: Facing Contemporary Challenges with Ethical Considerations. I- Mazaahib Jurnal Perbandingan Hukum, 11(2), 116–138. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v11i2.3203
Ibnu, I. A. M., & Digdo, D. A. M. (2025). Islamic Family Law Reform in Indonesia: An Analysis of KH. Ahmad Azhar Basyir’s Legal Interpretation Regarding the Irrelevance of Zihar. ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW, 7(1). https://doi.org/10.37876/adhki.v7i1.143
Islam, U., Sultan, N., & Riau, S. K. (2021). MAQASHID SYARIAH : DEFINISI DAN PENDAPAT PARA ULAMA Paryadi Mahasiswa S3. Cross-Border, 4(2), 201–216.
Khoir, T. (2023). Pros and Cons of Separation between Maqāṣid and Uṣūl al-Fiqh (A Study of The Periodization of Maqāṣid History and Responses to Its Independence). International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din, 25(2), 124–143. https://doi.org/10.21580/ihya.25.2.18463
Rizki Amar, Jamilatuz Zahrah, & Lisa Hertiana. (2024). Perceraian dan Penguatan Hak-hak Perempuan: Reformasi Hukum Keluarga di Mesir, Indonesia dan Pakistan. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(1), 64–85. https://doi.org/10.36701/bustanul.v5i1.1388
Subekti, G. A. (2024). The Performance of Islamic Organizations Based on Maqasid Sharia Disclosure. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Islam, 12(1), 59–83. https://doi.org/10.35836/jakis.v12i1.634
Tahir, T., & Hamid, S. H. A. (2024). Maqasid Al-Syari’ah Transformation in Law Implementation for Humanity. International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din, 26(1), 119–131. https://doi.org/10.21580/ihya.26.1.20248
Wasman, W. (2023). Attitudes and Speeches that Lead to Divorce: Study of the Hadiths on Ila’, Li’an and Zhihar and the Relevance at the Present Time. INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE AND EDUCATION RESEARCH STUDIES, 03(04). https://doi.org/10.55677/ijssers/V03I4Y2023-27

